Tuhan, bila engkau tak menginginkan umatmu menangis, maka izinkanlah aku menangis kali ini hanya untuk melepas segala kepenatan yang seringkali menyesaki nafasku. Tuhan, bila engkau membenci umatmu yang berbohong, maka maafkanlah aku yang telah berkata bahwa aku baik-baik saja. Tuhan, bila engkau tidak menyukai umatmu yang lemah, maka bantulah aku untuk keluar dari lubang yang gelap ini. Tuhan, aku lelah. Aku lelah menjalani semua ini. Bagiku semua ini terasa begitu menyakitkan. Tuhan, katamu engkaulah yang maha adil, dan aku percaya itu. Aku percaya engkaulah Tuhan yang maha melihat, maha mendengar. Maka lihatlah aku Tuhan, lihatlah aku yang begitu rapuh. Dengarkan aku Tuhan, dengarkan rintihan hati ini yang begitu miris dan lemah. Tuhan, maafkan aku yang hingga kini masih belum bisa menerima kenyataan yang engkau berikan. Maafkan aku yang masih menutup mata untuk melihat kenyataan yang ada. Maafkan aku yang masih saja menyesali keadaan. Sungguh, aku tak ingin keadaan seperti ini. Aku ingin tetap berada disamping babeh, ibu, kak milah, dan puti yang begitu aku sayangi. Aku tak ingin orangtuaku melanggar janji padamu untuk hidup bersama. Aku tak ingin sosok lain masuk ke dalam lingkaran keluarga yang aku cinta ini. Namun, akupun tak bisa menyangkal takdirmu. Engkau tidak menakdirkan kami untuk sejalan. Perlahan-lahan, aku mulai merasa jauh dari kehidupan yang aku jalani. Hhhhhh, Tuhan, aku serahkan semuanya padamu. Aku akan selalu yakin bahwa semua ini adalah demi kebaikan kami. Aku hanya bisa berdoa dan berharap supaya suatu saat nanti aku, ibu, babeh, kak milah, dan puti dapat berkumpul dalam kehangatan dan kebersamaan yang begitu aku rindukan.. I believe you :') Love you dad, love you mom. I miss you so much
(˘⌣˘)ε˘`)
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 komentar:
Posting Komentar