CLICK HERE FOR FREE BLOGGER TEMPLATES, LINK BUTTONS AND MORE! »

Minggu, 12 Juni 2016

Kenang yang Menggenang

Kenang itu selalu ada, menjelma kedalam pedih yang membuatku tak pernah lupa bagaimana cara menahan sakit.
Mengapa waktu tak jua memberiku kesempatan untuk tau tentang apapun yang semestinya aku tau?
Ingin rasanya aku berlari, menelusuri ruang yang mampu menjawab semua tanda tanya ini.
Penat.
Rindu.
Benci.
Kecewa.
Semua menyatu, mengalir dalam darahku tanpa kenal rasa iba.
Hampir menyerah aku menghadapi takdir, berat rasanya.
Apa aku harus terdiam? Atau beranjak?
Haruskah aku 'lari ke hutan lalu ke pantai' seperti kata puisi Rako Prijanto?
Inikah nasib dari anak yang hidup dalam keluarga yang terpecahbelah?
Rasa tak sanggup aku membelokkan garis yang telah Tuhan tetapkan, berharap keajaiban datang membawa kabar bahagia.
Lelah aku menahan ego sendiri demi ego orang lain, seperti semata ingin mengalah pada sebuah rasa sakit.
Muak aku.
Lalu kepada hujan airmata aku berterimakasih, sebab karenanya hatiku mampu lebih lega menghadapi kenyataan yang pahit meski harus menyisakan kenang.
Kenang yang menggenang, antara rindu, benci, juga keputus-asaan..

0 komentar:

Posting Komentar